Laman

Senin, 05 September 2016

Mukidi dan Tante Masukin Sesuatu

cerita lucu mukidi

Tante: “Muk, pelan-pelan ya masukinnya.”
Mukidi: “Iya tante, ni juga udah pelan banget,”
Tante: “Di emut dulu yah biar enak di masukinnya?”
Mukidi: “Ohh iya, tante pasti itu.”
Tante: “Masukinnya jangan meleset ya Muk.”
Mukidi: “Pasti tante, kan Mukidi masih jelas liat lobangnya.”
Tante: “Kalo sudah masuk langsung di tarik ya, jangan lama-lama nanti robek.”
Mukidi: “Yaa ampun tante, gak mungkin la robek, kan pelan-pelan.”
Tante: “Kalo udah keluar kasih sama tante yah Muk.”
Mukidi: “Bentar dulu tante ini masih lama.”
Tante: “Cepetan Muk, tante dah gak sabar.”
Mukidi: “Lebay ihh tante, jahit kainnya kan besok, jadi masukin benang ke jarum besok aja ya, nunggu Mukidi pulang kerja.”
Tante: “Jadi dari tadi kamu ngapain?”
Mukidi: “Nih ngerjain yang baca cerita ini, pasti pada ngeres..”
Tante dan Mukidi: (Ketawa terbahak2).

Jumat, 02 September 2016

Mukidi, Surga atau Neraka?

cerita lucu Mukidi
Berikut perbincangan Mukidi dengan Bu Guru saat pelajaran di Sekolahnya.
Bu Guru: “Anak-anak. Siapa yang mau masuk surga?”
Anak-anak: (Dengan serempak) “Sayaa!”
Mukidi: (Lagi duduk di belakang hanya diam saja).
Bu Guru: “Siapa yang mau masuk neraka?”
Anak-anak: “Tidak mauu!”
Mukidi: (Tetap diam saja).
Bu guru: (Mendekat) “Mukidi, kamu mau masuk surga atau neraka?”
Mukidi: “Tidak kedua-duanya Bu Guru.”
Bu Guru: “Kenapa?”
Mukidi: “Habis waktu ayah saya mau meninggal, beliau berpesan. Mukidi, apapun yang terjadi kamu harus masuk TENTARA.